Rabu, 30 Desember 2015

Rinduku Untuk Ibu

  No comments    
Dulu.. betapa senang diriku
Dalam hangat dekap tanganmu..
Bermain bersama dengan mu..
Jika ku terjatuh dan terluka, 
wajahmu..menyemburatkan kekhawatiran
Kepadaku..
    Kini waktu telah berlalu
    Diriku t'lah beranjak dewasa dan pergi meninggalkanmu
    IBU..Andai engkau tahu..
    Diriku amat merindukanmu..
Rasanya ingin selalu melewati hari-hari indah bersamamu..
Tiap detik, ku ingin kau ada di sisiku
Hingga akhirnya aku tak dapat melihat senyummu
Ibu...Tetes air mataku, selalu jatuh di tiap sujudku
    Betapa tak kuasanya aku, bila jauh darimu
    Ibu.. ingin rasanya tertawa lagi bersamamu seperti di waktu kecil
    Kini aku telah jau jarak darimu..
    Namun kemanapu langkahku..
    Ku selalu meminta doa dan restumu
Ibu..aku pun selalu berdoa yang terbaik untukmu
Ku ingin selalu Allah memberikan kebahagian di hari-harimu
Ku berdoa, agar aku bisa menjadi anak yang berbakti kepadamu
Aku akan membalas sebisa ku, walau ku tahu, 
    Tak ada yang bisa membalas kasih tulus yang kau beri untuk ku.
    Cinta kasih mu, lebih terang dari bintang..
    Pengorbananmu lebih besar dari Gunung
    Dan doamu terus mengalir tiada henti seperti air yang mengalir.


RINDUKU PADAMU WANITA TERBAIK DAN NOMOR SATU, IBU..
PUISI INI PUN AKU TUJUKAN KEPADA SEMUA IBU YANG SELALU MERAWAT, MENJAGA, MENGASIHI, MENYAYANGI DAN MENDOAKAN ANAK-ANAKNYA.
Bogor, Jumat 06 April 2012

Seperti ADAM DAN HAWA

  No comments    
Tuhan menciptakan hati untuk kita bisa memahami, belajar memahami dengan hati..
Memahami dengan Cinta yang belum dimengerti.
Belum dimengerti antara dua hati menjadi satu CINTA.
Meski ada bimbang namun semua adalah kepastian 
Kepastian yang Tuhan tuliskan sampai pada akhirnya
ada rasa putus asa, di gersangnya gurun kesendirian dengan kerinduan 
yang semakin mendalam terhadap sosok yang akan mendampingi diri 
yang belum kunjung hadir menemani, 
yang entah siapa, telah disiapkan oleh Allah Terbaik
Apakah pada saatnya dipertemukan
kau akan mengenali aku sebagai sosok hawamu 
yang mungkin aku terlebih dahulu mengenalimu, diriku sebagai tulang rusukmu yang aku mengenalmu sebagai pemilik diriku, tempat aku melekat.

The Willingness to Change

  No comments    
When I was young and free
And my imagination has no limits,
I dreamed of Changing the World
As I grew older and wiser,
I discoverd the world would not change
So I shortened my sights somewhat
And decided to change only my country
but it too seemed immovable
As I grew into my twilight years
in one last desperate attempt
I settled for changing only my family
Those closest to me, but a las
They would have none of it
And now as I lay on my deathbed
I suddenly realize
If I had only changed myself first
Then by example i might have changed my family,
from their inspiration and encouragement,
I would then have been able to better my country,
And who knows, I may have even change the world.

An Anglican Bishop, 1100 AD, as written in the Crypts of Westminster Abbey
Dikutip dari buku "Membangun Kembali Jati Diri Bangsa"

Seperti sebuah puisi diatas, aku pun selalu berhasrat untuk terus berubah, berubah untuk menjadi pribadi yang baik lagi, aku berharap bisa mengubah dunia dengan caraku, aku selalu ingin membuat sesuatu yang bisa kubagikan, yang bisa bermanfaat untuk orang lain, aku tak berharap puji atau sanjung dari manusia. Aku hanya ingin saat bertemu denganNya ada yang bisa ku katakan padaNya. Ya "Allah ku harap aku bertemu denganMu menjadi sebaik-baik Manusia karena aku bisa membawa kebermanfaatan, Aku dapat diberikan Engkau tempat terindah disisiMu."

Aku sadar bahwa jika mengubah dunia tidak semudah membalikkan kedua tanganku. tetapi aku selalu percaya ada saatnya aku mendapatkan dunia ku apa yang ku inginkan dan ku capai, disitulah tak kan ku sia-siakan waktu dan kesempatan yang Allah berikan, dan untuk sekarang aku mengubah diriku sendiri, mengubah apa yang harus ku rubah. Petunjuk dariMu yang selalu aku harapkan dan keridhoan dariMu atas pilihanku selalu aku inginkan.



Senin, 28 Desember 2015

Bacalah dan Tulislah

  No comments    
Mungkin aku belum pandai menulis dan merangkai kata, seperti kamu, mereka, atau yang lain yang sudah membuahkan hasil. Aku selalu kagum dengan orang-orang yang ada disekitarku, dengan apa yang mereka lakukan.., namun aku suka membaca aku mencoba untuk terus rajin membaca, membaca tidak hanya dari buku, namun membaca tanda dariNya, petunjuk dan segala hikmah untuk aku bisa belajar menulis.
Mahir menulis karena rajin membaca, berterima kasih kepada teman-teman dan orang-orang disekitar yang mungkin tanpa mereka sadari mereka membuatku termotivasi untuk menulis. Kita pun bisa dikenal lewat tulisan kan?.
Itulah yang ingin aku coba mulai lagi belajar untuk menulis dan selalu belajar membaca "IQRA" Bacalah! dan "YAKTUBU" Tulis!.




Minggu, 27 Desember 2015

JIKA ADA YANG BERTANYA CINTA PADAKU

  No comments    
Jika ada yang bertanya mengenai CINTA, bagiku itu adalah dua kata, RAHASIA dan KEAJAIBAN.
Aku sendiri tidak mengerti sebenarnya tentang rasa itu, yang membuat bergetar hati..
CINTA yang kutahu itu adalah RAHASIA dan KEAJAIBAN namun nyata..
Seperti cinta Tuhan untuk hamba-hambanya.

Namun jika berbicara antara dua insan yang berbeda.
Pria dan Wanita.
Aku pun tak mengerti..

Aku tak ingin JATUH CINTA..
Namun yang ku ingin adalah BANGUN CINTA.
Aku ingin memaknai rasa itu dengan sempurna dan diridhoi.

Aku mungkin tak ingin jatuh cinta lagi, yang ku ingin adalah
Bangun cinta..
ku berdoa agar bisa didekatkan olehnya yang Allah siapkan dengan sebaik-baik rencananya.
Yang akupun tak tahu siapa gerangan dirinya
Orang yang dirahasiakan, dipertemukan secara ajaib Rahasia terbesarNya untukku
Untuk menyempurnakan sebagian dari iman.

Kamis, 10 September 2015

DUFAN

  No comments    
categories: 







Rabu, 26 Agustus 2015

Menangislah Bukan Berarti Kamu Lemah

  No comments    
Cepat Menangis atau yang biasa disebut dengan Cengeng, bukan berarti kita lemah, yang harus bisa disadari dan diketahui.

Cepat menangis...bukan berarti kita lemah, kamu tahu kenapa?
Karena disaat itu Allah sedang memeluk kita
Dan ingin kita bercinta mengeluarkan semua keluh kesah hanya kepadaNya

Menangis... bukan berarti kita lemah, mau tahu kenapa?
Karena bukan tak kuat dengan beban yang didapat,
Namun karena ketegaran dan kekuatan kita
Yang menguatkan dengan rasa haru untuk kita dapat melangkah lagi dengan optimis

Menangis...bukan berarti kita lemah,
Namun disitu kita menyadari
Bahwa akan ada senyum dan tawa
Yang siap menyambut kita..

Untuk Mu para wanita kuat di jagad Bumi Allah

-El @elvaleriz-