Kadang pertemuan yang kita rajut bisa
saja sebuah kebetulan, namun kebetulan itulah cerita lain yang Allah berikan
kepada kita, awal mungkin ku tak pernah tahu, jika kita akan memiliki cerita
seperti ini, aku pun tak menyangka bisa mengenal orang seperti dirimu, namun
apakah, engkau pun faham dengan alur cerita yang Allah berikan? Aku tak tahu
maksud Allah dari skenarionya. Aku sering merasa, aku begitu dekat dan memahami
juga mengenal dirimu, aku seperti memiliki hatimu, tapi kau seperti terbisu
dengan kedekatan ini, apa yang kau rasa sebenarnya? Setiap orang punya masalah, kaku dan aku pun
seperti itu, tapi apa kah hatiku tak bisa dipakai untuk bisa memahami masalah
mu? Ku ingin mengerti apa yang terjadi, ingin berada disamping mu saat kau
butuh tempat berbagi, saat kau sedih ku ingin menghusap air matamu, tuhan memberi akal, tapi saat wanita
menggunakan akalnya, saat dia ada masalah dia mencoba menutupinya, karena
hatinya yang kuat, fikirannya dia bawa ke hati, karena hatinya yang akan
menguatkannya, dan aku ingin menguatkanmu dengan hatiku.
Jumat, 12 September 2014
Rabu, 02 Juli 2014
GOD SIGN (PERTANDA DARI ALLAH)
God Sign (Tanda dari Tuhan).
Bismillahirrahmanirrahim.
Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Selalu memberikan pertanda bagi seseorang (hamba) yang meminta kepadanya.
sedikit bercerita siang tadi, sempat membuka Youtube mengenai tausiyah. Di list ada tausiyah dari beberapa ustadz seperti dari Aa gym dan yusuf mansyur. Pilihan yang membuat saya tertarik mengenai #menjemput jodoh oleh ustadz Yusuf mansyur. Saya dengarkan dengan seksama terkait tausiyah tersebut. Ada hal yang beliau sampaikan terkait God Sign. Oia saya disini bukan untuk bercerita terkait Jodoh namun God Sign itu sendiri. Karena ini terkait pengalaman saya tadi malam pulang menuju Rumah di Jakarta.
Kita sebagai Manusia kadang merasa atau tidak, Allah sering memberikan pertanda baik itu sadar kita sadari, ataupun tidak. Baru pertama kali kemarin pulang dari Bogor menuju Jakarta naik kereta jam 7 malam, malah hampir jam setengah 8. Biasanya kalau pulang minimal jam 5 sore sudah di kereta. Orang tua melarang pulang ke rumah sekitar jam segitu karena sampai rumah lewat dari jam 9 malam, apalagi sendirian. Ayah terutama yang melarang, lebih baik pulang setelah subuh. Namun sudah janji kepada Ibu dan adik kalau akan pulang hari Jumat. Di Angkutan umum Alhamdulillah bertemu dengan teman saat masa Tingkat persiapan bersama yang ingin pulang ke rumah di daerah Citayam. Sesampainya di stasiun kereta sudah hampir jam 7, kami memutuskan untuk sholat magrib di mushola dengan segera takut tidak sempat. Sebelum sholat ku dengar suara dari petugas informasi bahwa kereta menuju Jakarta kota akan di berangkatkan, namun aku pun sudah bersiap untuk sholat di mushola wanita dengan temanku, tidak mungkin aku mengejar kereta tersebut, walaupun dibenak fikiran aku, aku ingin sekali naik kereta itu agar tidak terlalu malam sampai rumah. Tetapi hatiku berkata Ada Allah bersamamu, dahulukanlah Dia, maka Allah akan memudahkan urusanmu. Setelah sholat kereta menuju tanah abang akan berangkat, karena temanku di Citayam aku menyuruhnya agar dia naik saja ke kereta duluan, awalnya memang teman ku khawatir kepadaku yang menunggu kereta lebih lama. Namun aku meyakinkan aku tidak apa-apa, saat kereta temanku berangkat, kereta menuju jakarta kotapun tiba. Aku pun menaikkinya dan duduk di gerbong wanita pertama. Aku duduk sendirian cukup lama dan di sana banyak satpam pria, aku sendiri sebenarnya takut bukan maksud berpersepsi buruk kepada mereka, namun aku pun harus menjaga diri, melihat dan mendengar banyak kejadian lewat berita terkait hal hal yang tidak baik. Ku buka handphone dan membaca Al-quran, agar hati tenang dan meminta lindungan Allah dari hal buruk. Sedikit demi sedikit penumpang pun datang dan memenuhi gerbong tempatku berada. Alhamdulillah ku ucap dalam hati, tidak sendiri dan satpam penjaga kereta pun sudah berpencar. Karena kereta sempat berhenti agak lama akhirnya sampai juga sekitar jam 21.30 di kota, di jalan sudah sepi ku cari cari angkot yang menuju terminal dekat rumah, sekalinya ada Pak supirnya bilang "udah engga narik de, coba di belakang de, di belakang". Aku berjalan ke belakang mencari angkot yang mau menarik penumpang, alhamdulillah ada, aku pun naik dan duduk seorang diri. Akhirnya penumpang pun naik dan itu semua pria.. Cuma bisa berdoa lagi semoga Allah melindungiku. "Hasbunallah wa ni`mal wakil" ku baca terus di dalam hati, aku minta kepada Allah agar ada setidaknya satu penumpang wanita, alhamdulillah ada satu penumpang wanita yang naik dengan kedua teman laki-lakinya, hampir menuju terminal seorang Bapak separuh baya menegurku, "adik dari mana? Dari depok mau kemana?.." Bukan pak jawab saya, saya dari Bogor mau pulang kebetulan rumah saya di Jakarta. " "kenapa pulangnya malam, mana sendirian?" Tanya bapak tersebut. Kebetulan tadi masih ada yang saya urus Pak,
"masih kuliah yah S1 atau S2? Alhamdulilah S1 tingkat akhir pak. Owh Ipb yah?
Iya pak..jawabku..
Tidak ada fikiran apun di dalam diri, aku kepada bapak tersebut, karena saya lihat beliau baik.
Bapak tersebut berkata "saya dari tadi memperhatikan adik, bukan apa apa, dari tadi saya lihat adik dari kereta sendirian terus naik angkot pun sendirian. Dan alhamdulillah. Bertemu adik lagi Mana sudah malam, saya menjaga adik takut adik kenapa napa di angkot ini kan isinya laki laki semua, saya dengan anak saya mau menjemput omnya (adik saya) yang baru datang dari makasar, saya mau jemput janjian di jakarta..
Aku pun terhentak kaget sebenarnya subhanallah.. saat aku meminta Allah melindungiku, Allah memberikannya lewat Bapak tersebut dengan anaknya. Sesampainya di terminal aku dan Bapak tersebut dengan anaknya berpamitan. Terakhir Bapak tersebut berkata. Sabar dan selalu ingat Allah semoga selalu dilindungi..Assalamualaikum, de.. Bapak dan anak bapak duluan. Waalaikum salaaam jawabku. Aku pun berlari melihat ayah yang sudah menjemput ku, dan aku tidak melihat bapak dan anaknya itu lagi. Apa kaitannya dari cerita saya dengan tanda dari Allah
CINTA DALAM DIAMKU
Haruskah kau tahu jika aku mencintaimu?
KU RASA TIDAK!
KU RASA TIDAK!
Karena cinta itu tak bisa terungkap agar bisa terlihat. . .
Ia hanya bisa dirasa dalam hati. . .
Bukan aku tak berani mengurai,
Tapi aku takut salah dalam menempatkannya. . .
Karena apa yang menurutku baik,belum tentu baik menurut-Nya. . .
Aku ingin yang terbaik untuk Robb ku. . .
Ia hanya bisa dirasa dalam hati. . .
Bukan aku tak berani mengurai,
Tapi aku takut salah dalam menempatkannya. . .
Karena apa yang menurutku baik,belum tentu baik menurut-Nya. . .
Aku ingin yang terbaik untuk Robb ku. . .
Sebenarnya. . .
Acuhku bukan berarti mengabaikanmu. . .
Diamku bukan berarti tak mengingatmu. . .
Karena aku pun insan biasa.
Acuhku bukan berarti mengabaikanmu. . .
Diamku bukan berarti tak mengingatmu. . .
Karena aku pun insan biasa.
Ada perasaan. . .
Ada keinginan. . .
Ada harapan. . .
Namun aku merasa diri belum pantas untuk itu. . .
Biar rasa ini tercipta,
Kusimpan disudut hati. . .
Hanya Alloh saja yang tahu,
Ku terbangkan sayap angan ke angkasa disertai tadahan tangan,
Agar nafsu tak menyeretku inginkan cinta,
akan kucari namamu di sepertiga malamku. . .
Aku harap kaulah yang tertulis di Lauhul Mahfudz untukku. . .
Jikapun bukan. . .
Aku percaya takdir-Nya adalah yang Terbaik.
Ada keinginan. . .
Ada harapan. . .
Namun aku merasa diri belum pantas untuk itu. . .
Biar rasa ini tercipta,
Kusimpan disudut hati. . .
Hanya Alloh saja yang tahu,
Ku terbangkan sayap angan ke angkasa disertai tadahan tangan,
Agar nafsu tak menyeretku inginkan cinta,
akan kucari namamu di sepertiga malamku. . .
Aku harap kaulah yang tertulis di Lauhul Mahfudz untukku. . .
Jikapun bukan. . .
Aku percaya takdir-Nya adalah yang Terbaik.
kutitipkan CINTA ini padaNya
karena HATI ini milikNya
( Izinkan Aku Menikah Tanpa Pacaran )
karena HATI ini milikNya
( Izinkan Aku Menikah Tanpa Pacaran )
Mit Leber ich
Malam ini, coba ku renungi apa yang sebenarnya ku rasakan. Ku mendengar suara detak jantungku di sepinya malam yang biasanya tak seperti ini.
Tahukah Engkau tentang Bintang...
Yang Kala Sinarnya Terpancar Di Pekat Malam ..
Tahukah Engkau tentang alunan Syahdu
Nyanyian alam dipagi hari itu
Yang Kala Ia mendayu seru, rasa damai, mennyentuh Kalbu
Tahukah Engkau tentang rasa yang belum saatnya terkuak
Karena penjagaan suci dari yang memiliki Hati
Dan Tahukah Engkau saat, ketika merah jambu hadir
Dia yang memiliki pun kadang harus kuat menahan .
Mungkin ini sedikit sirat rasa hati yang aku rasa, sekuat hati menjaga hati sampai bertemu dengan yang Diri-Nya pilihkan untuk aku.
Sesuatu rasa yang selalu hadir, dalam penjagaan ku untuk yang benar-benar hatinya menjaga juga.
Karena dalam memaknai rasa itu, aku tak ingin salah.
Semoga selalu dalam lindungan Allah.
Tahukah Engkau tentang Bintang...
Yang Kala Sinarnya Terpancar Di Pekat Malam ..
Tahukah Engkau tentang alunan Syahdu
Nyanyian alam dipagi hari itu
Yang Kala Ia mendayu seru, rasa damai, mennyentuh Kalbu
Tahukah Engkau tentang rasa yang belum saatnya terkuak
Karena penjagaan suci dari yang memiliki Hati
Dan Tahukah Engkau saat, ketika merah jambu hadir
Dia yang memiliki pun kadang harus kuat menahan .
Mungkin ini sedikit sirat rasa hati yang aku rasa, sekuat hati menjaga hati sampai bertemu dengan yang Diri-Nya pilihkan untuk aku.
Sesuatu rasa yang selalu hadir, dalam penjagaan ku untuk yang benar-benar hatinya menjaga juga.
Karena dalam memaknai rasa itu, aku tak ingin salah.
Semoga selalu dalam lindungan Allah.
Senin, 26 Mei 2014
Story About My Dream
Tanggal 28 April 2014
Pukul 07.30 WIT, Aku Sampai di Bandara daerah
Sorong di dalam hatiku berkata “sekarang aku berdiri di sini, di tanah Timur
Papua, Subhanallah.. ”. Jika ku ingat beberapa tahun lalu sekitar 2 tahun yang
lalu, aku mendengar beberapa teman di kelas membicarakan mengenai Raja Ampat,
aku begitu tertarik mendengarkan beberapa temanku membicarakan tempat tersebut,
dengan polosnya aku bertanya kepada mereka, Raja Ampat dimana tuh, kayanya
keren banget deh.. tempat di luar negeri yah, apa di Indonesia, ? maaf yah el
ga tau, heheh (sambil tersipu malu)
Indonesia el sayang, Jawab salah satu temanku. Keren banget loh el
tempatnya, banyak turis mancanegara, destinasi yang wajib dikunjungi tuh.
Oooh, Indonesia, el kira di malayasia,..kalian udah pernah ke sana?
Jauh engga? Ih pengen deh ke sana, kalau masih di Indonesia.
Belum el.. semoga aja aku bisa kesana, kata salah satu temanku yang
lainnya, walaupun di Indonesia tempatnya jauh say, di Papua Barat. Luar biasa
deh el pokoknya.
Pulang kuliah, aku sempatkan diri rehat sejenak , menonton televisi di
kosanku, sebelum masuk ke kamar, saat itu aku melihat iklan mengenai Raja
Ampat, entah dari mana perasaan itu datang, “aku yakin aku bakal pergi kesana,
suatu saat nanti dan pasti, Aku yakin Allah dengar!” (keyakinan itu muncul kuat
didalam hati). Aku lagsung membuka pintu kamar dan masuk kekamarku, ku Ambil
kertas buram yang ku tancapkan pada sterofoam di dinding, ku langsung menulis
di secarik kertas, Ya Kertas mimpi-mimpiku, ku tulis mimpiku ke 111.
Dengan mengucap Basmallah, ku tulis dengan penuh harap dan keyakinan
pada saat itu,
“Dua tahun lagi, di Akhir April Aku akan berangkat ke Papua, Raja
Ampat menaiki Garuda untuk melakukan sesuatu apapun itu”
Dan Maha Suci Allah, sang pemilik makhluknya, Apa yang ku tuliskan dan
apa yang kumimpikan tercapai. Tepat 2 tahun lalu, dan kini benar-benar nyata
terjadi, hari ini aku di Sorong salah satu pintu masuk menuju tempat yang akan
kudatangi yaitu Raja Ampat.
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Kini Aku dan Rici salah satu temanku yang sama-sama anak bimbingan
dari Pak Arif Satria (Dekan FEMA) sampai di Sorong. Kami mencoba menghubungi
Mas Rendy driver yang akan menjemput kami, sebelumnya kami diberikan nomor
handphone oleh Mas Purwanto.
Sesampainya di TNC, kami harus menunggu karena masih sepi belum ada
orang, hanya ada Ka Farhan, kemudian datanglah Mba Evrina yang menyapa kami
“Pagi..” dengan merekahkan senyum di bibirnya
Pagii, jawab Aku dan Rici, kepada mba Evrina.
Ini yang mau penelitian ke Misool, kata mas Rendy.
Mba Evrina kemudian masuk dan kembali keluar membawa sapu, untuk membersihkan
kantor TNC, kalian kalau butuh apa-apa, minum atau mau ke kamar kecil bilang
saja yah (dengan logat khas daerah sini).
Iya Mba terima kasih, jawab ku.
Ku lihat di samping kantor tidak begitu jauh terdapat masjid
Waaaaw.. Alhamdulillah, ada masjid..kataku pada Rici.
Beberapa lama menunggu, akhirnya mas pur datang dan bertanya “kok
masih diluar?, hai halo saya Purwanto, kok kalain masih diluar kenapa?, “
Ada orang mas di
kamar yang mau digunakan, kata temanku
Oooh gitu, saya coba masuk dulu yah, tunggu sebentar. Mas Pur kemudian
masuk ke dalam kantor untuk menanyakan kepada mba evriana. Selang beberapa
menit, mas pur kemudian keluar.
“El dan Rici, ternyata ruangan yang akan kalian gunakan sudah
ditempati dari teman-teman yang datang dari kampung, mereka tidak bilang kalau
mau datang, kalau tidak kalian saya tempatkan di hotel, biar mas Rendy yang
mengantar kalian.”
Baiklah kalau
begitu mas, kata temanku
Iya mas tidak apa-apa, tandasku.
Terdengar suara motor yang masuk dan diparkir di tempat parkir
“Halooo Om Jhon” Sapa mas Pur kepada seorang pria
“Pagi semua” Sapa om Jhon kepada kami.
“Pagiiii Om” Jawab ku.
“Kalian ini yang mau penelitian di Misool toh?, kapan sampai? Kenapa
masih diluar”
“Ada teman-teman dari kampung, yang tidak memberika kabar pada kita
orang, padahal sudah ku siapkan kamar tuk mereka” jawab mas Pur
“Yaa sudah, biar mereka kasih inap saja di hotel sana” Om Jhon berkata
“Iya, ini biar Rendy saja antar mereka dengan mobil”
“Bantu Ren, antar El dan rici ke Hotel, bilang saja dari TNC”
Aku dan temanku kemudian diantar menuju hotel yang bernama Paparisa Manise. Aku dan temanku
pastinya berbeda kamar, aku di kamar nomor enam, sedangkan temanku di kamar
nomor tiga.
Sebelum berangkat mas Pur berkata, “Setelah rehat sejanak, kalian
balik kembali ke kantor yah sekitar jam 12 siang WIT, kita makan siang bersama
dengan teman-teman TNC lainnya, sambil membahas apa yang akan kalian teliti
nanti di Misool, sekaligus nanti siapa tahu ada masukan-masukan.
Jam 12.30 , ku lihat jam di HP dan ternyata sudah ada sms dari Mas
Pur, langsung ku bangun dari kasur karena ku tertidur, sebelum balik ke kantor
TNC, aku sholat dulu di kamar, kemudian meng-sms temanku untuk berangkat ke
kantor TNC bersama. Kami memutuskan untuk berjalan menuju kantor TNC, karena tidak
ada Ojek yang akan kami tumpangi.
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Selesai
persentasi, aku dan Temanku sholat di Masjid Al-Jihad Sorong, selesai sholat ku
lihat anak-anak yang sedang mengaji bersama dengan salah satu guru mengaji
kulihat kegembiraan mereka yang terpancar dari wajah polos mereka, ada yang
fokus mengaji, ada yang berlari-larian, ada juga yang saling bersenda gurau.
Fikiran ku pun melayang episode dimasa kecil kemudian tergambar jelas, saat aku
mengaji di TPA, saat aku bercanda dengan teman-temaku, air mataku pun terjatuh.
“Ternyata banyak sudah waktu yang ku lewati, kini sudah beranjak dewasa, apa
yang sudah ku perbuat, apa yang sudah kuberikan kepada orang-orang disekeliling
aku, entah apa banyak kebaikan atau keburukan, ku lihat ornamen-ornamen
ayat-ayat suci di dinding masjid, hanya berdoa yang bisa aku lakukan sekarang,
meminta kepadanya agar sisa hidup ku bisa ku lalui dengan kebermanfaatan untuk
orang banyak”.
Aku dan temanku kembali ke kantor, mas pur menghampiri kami yang
sedang berbincang-bincang dengan beberapa teman dari lapang yang membantu
kegiatan TNC.
----------------------------------------------------------------------------------------------------------
Saat malam, aku, temanku, beserta keluarga mas Purwanto makan di
tembok “Berlin” sebutan masyarakat
disekitar daerah tersebut yaitu tempat makan dan nongkrong. Kemudian sehabis
makan, kami berbelanja keperluan untuk di Kofiau dan Misool, terutama mas pur
yang berbelanja makanan untuk persedian di lapang. Setelah selesai, kami pun
kembali ke hotel dan beristirahat untuk melanjutkan perjalalanan ke Kofia jam
07.00 WIT.
Minggu, 25 Mei 2014
Langganan:
Postingan (Atom)


























